Minggu, 07 Juni 2015

+62 852 1145 2294 (Telkomsel), Jual Jaket Kulit Di Semarang

Jual Jaket Kulit Di Semarang

Jual Jaket Kulit Di Semarang

Jual Jaket Kulit Di Semarang, Jual Jaket Kulit Di Surabaya, Jual Jaket Kulit Di Malang, Jual Jaket Kulit Di Samarinda, Jual Jaket Kulit Di Bandar Lampung, Jual Jaket Kulit Di Makasar, Jual Jaket Kulit Di Garut, Jual Jaket Kulit Di Bandung, Jual Jaket Kulit Di Jakarta, Jual Jaket Kulit Di Bekasi, Jual Jaket Kulit Di Depok, Jual Jaket Kulit Di Banjarmasin, Jual Jaket Kulit Di Balikpapan, Jual Jaket Kulit Di Bogor, Jual Jaket Kulit Di Yogyakarta, Jual Jaket Kulit Di Tangerang, Jual Jaket Kulit Di Pontianak, Jual Jaket Kulit Di Cirebon

Pekanbaru - PLN Wilayah Riau-Kepri mengakui adanya pemadaman listrik bergilir di Tanjungpinang yang berimbas pada perusakan kantor. Penyebab krisis ini karena rusaknya dua pembangkit.

Demikian disampaikan, Manager Humas PLN Wilayah Riau-Kepri, Nasri kepada detikcom, Selasa (19/5/2015), malam. Nasri menjelaskan, bahwa dua pembangkit PLTU 2 x 15 MW yang ada di Tanjungpinang mengalami kerusakan. Imbasnya terjadi devisit daya mencapai 10 MW.

"Akibat devisit itu kita terpaksa melakukan pemadaman listrik secara bergilir minimal 2 kali sehari dengan durasi antara 2,5 jam sampai 3 jam," kata Nasri.

Kondisi itu yang menyulut kemarahan warga setempat. Ribuan massa merusak kantor PLN Tanjungpinang dengan cara melempari batu ke kaca jendela.

"Kantor kami mengalami kerusakan. Tapi situasi hingga malam ini sudah bubar. Ini setelah dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian. Memang sempat terjadi bentrok," kata Nasri.

Nasri menjelaskan, untuk jangka pendek ini pihaknya akan menambah pembangkit. Ini mengingat semakin dekatnya bulan ramadan.

"Mengantisipasi hal itu, kita akan menambah pembangkit. Dan tetap berusaha memperbaiki dua pembangkit PLTU yang lagi rusak," kata Nasri.

Masih menurut Nasri, di bulan Juli mendatang, pihaknya akan berusaha menambah jaringan interkoneksitas antara Pulau Bintang (Tanjungpinang) dengan Batam.

"Sebenarnya jaringan interkoneksitas kita ini sudah selesai tahun 2014 lalu. Hanya saja sempat mengalami kendala soal pembebasan tanah untuk bangun tower. Karena pemilik tanahnya tidak pernah tahu, akhirnya kita titip uang ganti tanahnya di pengadilan negeri setempat," tutup Nasri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.